BPS Babel Bakal Gelar Sensus Pertanian

Pangkalpinang - Tahun ini, tepatnya bulan Mei mendatang Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka bakal melakukan sensus pertanian (ST). Jenis kegiatan rumah tangga usaha pertanian yang akan disensus nantinya di antaranya, padi dan palawija, holtikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan dan keterangan ruta pertanian.

Teguh Pramono MA, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, variabel jenis padi dan palawija yang akan disensus yaitu, luas tanam, sistem pemanenan utama (dipanen sendiri, ditebaskan, diijon, tidak/belum panen). Tak hanya itu, sebab akan dilakukan juga pendataan mengenai hasil panen tersebut, apakah dijual atau ditukarkan.

"Kita juga akan mendata mengenai status pengelolaan, seperti dikelola sendiri, mengelola dengan bagi hasil atau mengelola dengan menggunakan sistem upah dan beberapa variabel lainnya," ungkap Teguh saat jumpa pers di kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (5/2/2013).

Sedangkan jenis holtikultura yang akan disensus meliputi, buah-buahan, sayuran, biofarmaka, tanaman hias, tanaman tahunan seperti  jeruk, mangga dan tanaman semusim seperti cabai dan beberapa jenis tanaman lainnya. Ada dua jenis yang masuk dalam kategori tanaman perkebunan yaitu, tanaman tahunan seperti cengkeh, kakao, karet, kelapa, kelapa sawit, kopi robusta. Dalam kategori ini juga terdapat tanaman semusim, salah satu contohnya tebu.

Lebih jauh Teguh menjelaskan, untuk jenis peternakan yang akan dilakukan sensus nantinya yaitu ternak besar kecil seperti sapi potong, sapi perah, kerbau. Selain itu ada jenis ternak lainnya yang mencakup, ayam kampung, itik, ayam ras pedagang serta beberapa jenis lainnya. Mengenai variabel yang akan disensus, jumlah ternak yang dipelihara untuk usaha peternakan, jumlah ternak yang bukan untuk usaha peternakan, status pengelolaan, jumlah ternak mempunyai nilai produksi paling besar selama setahun lalu.

"Petugas juga akan mendata mengenai jumlah anggota rumah tangga mengelola usaha peternakan dan masih ada beberapa variabel lain," jelas Teguh.

Adapun cakupan sensus di bidang perikanan, mengenai budidaya ikan bukan ikan hias dan khusus ikan hias. Dalam hal ini, variabel pendataan yang akan dilakukan meliputi wadah utama  seperti kolam, keramba, jaring apung, luas baku budidaya, jenis kegiatan, jenis dan nama ikan serta beberapa variabel yang dibutuhkan dalam pendataan nantinya. Tak berhenti pada variabel itu saja, sebab BPS juga membagi jenis pendataan sektor ini dengan kategori jenis perikanan lanjutan.

"Ada variabel penangkapan ikan dengan jenis perairan umum utama, jumlah anggota rumah tangga yang melakukan usaha penangkapan ikan, jenis kapal atau perahu yang digunakan, jenis alat tangkap yang digunakan dan variabel lainnya," kata Teguh.

Dilakukannya sensus pertanian ini, kata Teguh, dilatarbelakangi sektor pertanian yang mempunyai peran penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Sebab sektor pertanian telah memberikan kontribusi terbesar kedua dalam PDRB Indonesia tahun 2011. Setidaknya kontribusi bidang pertanian mencapai 14, 7 persen, atau di bawah sektor industri dengan capaian 24,3 persen.

Terdata sekitar 112,8 juta penduduk Indonesia yang bekerja pada Februari 2012, dan sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak dengan angka 36,52 persen. Sensus pertanian ini telah dimulai tahun 1963 lalu, dan pada tahun ini merupakan sensus pertanian yang keenam kalinnya. Persiapan untuk melakukan sensus ini telah dilakukan pada tahun 2010 lalu, dengan pelaksanaannya yang diawali dengan kegiatan updating Direktori Perusahaan Pertanian pada tahun 2012.

"Puncak kegiatan sensus pertanian ini akan dilaksanakan pada Mei 2013 dengan melakukan pencacahan lengkap usaha pertanian," tegasnya.(hzr/cdr)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Bidang Informasi: 
SATPOLPP

Berita

08/09/2017 | Satpol PP Prov. Kep. Ba...
13/09/2016 | Humas Satpol PP
22/08/2016 | Diskominfo Babel
07/04/2016 | Dinas Kominfo
07/05/2015 | Dinas Kominfo
07/05/2015 | Dinas Kominfo
16/04/2015 | Dinas Kominfo
06/02/2013 | Dinas Kominfo