Hama, Penyakit, Minim Air Menghambat Swasembada Pangan

Gantung – Sedikitnya terdapat tiga persoalan besar disampaikan petani saat Temu Lapangan dan Temu Wicara Kegiatan Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis, di Kecamatan Gantung, Beltim, Kamis (16/4/2015). Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung responsif terhadap sejumlah persoalan masyarakat tersebut.

Ahmadi Julianto Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mufakat Desa Danau Nujau menjelaskan, serangan hama wereng dan penyakit beras menjadi kendala musim panen. Selain itu, saat memasuki musim kemarau petani mulai kesulitan untuk mengairi sawah. Diperkirakan April hingga Desember sudah memasuki musim kemarau.

“Kita terkendala tidak adanya air. Rencananya kami akan menaikan air dari bekas galian kapal keruk menggunakan mesin pompa, dan akan mengeluarkan air dari danau,” jelasnya mengeluhkan persoalan petani di depan Gubernur, Kamis (16/4/2015).

Petani mengharapkan agar pemerintah memberi bantuan perbaikan pintu klep air. Sebab lima pintu klep yang ada sudah tidak bisa beroperasi lagi. Ahmadi menambahkan, tidak berfungsinya pintu klep membuat air asin masuk areal persawahan. Terdapat empat kelompok petani terkena dampak rusaknya pintu klep air tersebut.

Ada sekitar 427.500 hektare luas lahan yang berpotensi ditanami padi. Menurutnya, lahan tanam periode Maret hingga Oktober 2015 seluas 270 hektare. Sementara masih ada 82 hektare lahan produktif belum tergarap. Selain itu terdapat 75 hektare lahan gambut dan lahan pasir.

Sementara ini, masyarakat petani hanya mendapat pelayanan dua unit mesin penggiling padi. Satu unit milik pemerintah, sedangkan satu unit lainnya milik swasta. Keterbatasan mesin perontok padi (thresher), penggilingan padi (RMU-Rice Milling Unit)  juga menjadi kendala petani Gapoktan Mufakat Desa Danau Nujau.

"Kalau padi disimpan terlalu lama, maka padi tersebut rusak. Karena keterbatasan thresher, kami antre dalam mengelola padi. Kami mohon bantuan peralatan tersebut,” harapnya.

Menanggapi sejumlah permasalahan petani itu, Gubernur menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membantuan dua unit traktor roda dua, satu alat penggiling padi, tiga unit pompa air, satu unit perontok padi. Selain itu terdapat bantuan peralatan alokasi dana APBN tahun 2015 berupa lima unit traktor roda.

Tak hanya itu, sebab ada satu unit traktor roda empat, lima unit pompa air, satu alat penggiling padi, empat alat perontok padi. Mengenai irigasi, jelasnya, ada pintu air yang sedang dibangun senilai Rp135 miliar. Pelaksanaan pembangunan tersebut sudah mencapai 70 persen. Jika proses pembangunan ini selesai, persoalan air sudah teratasi.

“Tinggal melakukan perbaikan jaringan  irigasi yang rusak. Terkait masalah hama dan penyakit, akan ditangani dinas terkait," tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adi Tri Saputra
Fotografer: 
Surianto
Editor: 
Huzari
Bidang Informasi: 
SATPOLPP

Berita

08/09/2017 | Satpol PP Prov. Kep. Ba...
13/09/2016 | Humas Satpol PP
22/08/2016 | Diskominfo Babel
07/04/2016 | Dinas Kominfo
07/05/2015 | Dinas Kominfo
07/05/2015 | Dinas Kominfo
16/04/2015 | Dinas Kominfo
06/02/2013 | Dinas Kominfo