Swasembada Pangan ‘Harga Mati!’

Gantung – Ditargetkan tiga tahun ke depan Bangka Belitung sudah swasembada pangan. Terhitung sejak 2015 hingga 2017, pemerintah membentuk tim upaya khusus (upsus) untuk mencapai target ini. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pun menargetkan jumlah total luas persawahan 12.587,5 hektare dengan produksi padi mencapai 35.090 ton.

“25.304 ton jumlah produksi padi dari persawahan, dan 9.786 ton padi kering. Perlu upaya memperkuat jaringan irigasi dan optimalisasi lahan di empat kabupaten,” kata Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat Temu Lapangan dan Temu Wicara Kegiatan Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis, di Kecamatan Gantung, Kamis (16/4/2015).

Upaya khusus peningkatan produksi beras dijalankan untuk mencapai swasembada dan kedaulatan pangan di Bangka Belitung. Gubernur menjelaskan, pemerintah akan melakukan pendampingan verifikasi dan validasi penyaluran pupuk. Selain itu, ada pendampingan TNI AD dan kegiatan penyuluh. Itu semua merupakan upaya khusus peningkatan produksi beras sebanyak 35.090 ton sesuai target.

"Distribusi pupuk subsidi harus tepat sasaran. Mari jaga bersama swasembada pangan seperti yang menjadi harapan kita," ujar Gubernur.

Koordinasi dan sinergitas sangat penting dalam mencapai tujuan swasembada pangan. Tentunya sinergi semua sisi dan pihak merupakan suatu hal yang harus dijaga. Tak hanya itu, sebab persepsi harus sama guna mewujudkan ketahanan pangan.

“Persepsi dan koordinasi merupakan strategi tepat wujudkan kedaulatan pangan,” tegasnya.

Lebih jauh Gubernur mengingatkan Bupati Beltim untuk senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan operasioanal pendayagunaan penyuluh pertanian. Termasuk kegiatan supervisi, monitoring dan evaluasi, sehingga masalah pertanian bisa diatasi bersama.

Petani memiliki peran penting mewujudkan program ketahanan pangan. Ia menambahkan, petani harus didorong untuk turut mewujudkan program pemerintah ini. Penyuluh membantu kegiatan pertanian dengan baik, tentunya dibantu babinsa (bintara pembina desa).

"Peran TNI bersifat sinergi dengan penyuluh. Artinya penyuluh memberikan informasi teknis ke petani, sedangkan TNI memberikan pendampingan dan motivator kepada petani di lapangan," jelasnya.

Petani jangan sungkan menyampaikan masalah, sehingga program ketahanan pangan dapat tercapai dalam waktu dua tahun. Menurut Gubernur, keuletan, ketekunan serta semangat petani sangat dibutuhkan dalam bekerja.

Sementara Kol Inf Murlin Maryadi Danrem 045/Gaya mengatakan, program pembangunan upaya khusus guna mencapai swasembada pangan. Upaya khusus ini guna mewujudkan percepatan percapaian target swasembada. Adanya kerja sama pemda, petani serta peran babinsa di lapangan hendaknya dapat mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu dua tahun.

Pangan merupakan komoditas penting bagi masyarakat. Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan pangan wajib dipenuhi pemerintah. Momentum ini adalah saat baik untuk bangkit dan berikan yang terbaik. TNI AD, baik dari Korem, Koramil hingga babinsa harus mendukung swasembada pangan.

Tidak mungkin tujuan swasembada pangan tercapai tanpa ada kerja sama. Murlim mengingatkan agar babinsa membantu mengawasi penyaluran pupuk subsidi agar tepat sasaran. Selain itu memberikan motivasi kepada petani guna mencapai target swasembada pangan tersebut.

"Laksanakan upaya khusus peningkatan produksi beras. Lakukan kerja sama, koordinasi dengan pemda, petani dan penyuluh. Kita mitra, hindari kepentingan pribadi. Kita sama-sama bertanggung jawab mewujudkan swasembada pangan," ajaknya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari
Bidang Informasi: 
SATPOLPP

Berita

08/09/2017 | Satpol PP Prov. Kep. Ba...
13/09/2016 | Humas Satpol PP
22/08/2016 | Diskominfo Babel
07/04/2016 | Dinas Kominfo
07/05/2015 | Dinas Kominfo
07/05/2015 | Dinas Kominfo
16/04/2015 | Dinas Kominfo
06/02/2013 | Dinas Kominfo