Terjaring Operasi Yustisi, Pemilik Cafe Setor Denda ke Kas Daerah

Pangkalpinang - Sebanyak 93 pelanggar terjaring dalam Operasi Yustisi Penegakan Perda Nomor 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Viruse Disease 2019 yang digelar Satpol PP Babel di Alun-alun Taman Merdeka dan seputaran Jalan Sudirman Pangkalpinang, Senin, (01/03/2021).

Dua diantaranya merupakan pemilik kafe dan warung kopi. Sebelumnya, kafe dan warung kopi ini sudah mendapatkan peringatan dari Satpol PP Babel sebagai penegak Perda, namun masih saja membandel dan tidak menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas di kafe maupun warung kopi miliknya.

"Untuk kafe dan warung kopi yang terjaring operasi yustisi ini sudah mendapatkan peringatan pada razia penerapan protokol kesehatan oleh Satpol PP Babel beberapa waktu lalu," ungkap Yamowa Harefa, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Denda yang dikenakan sebesar Rp 500.000,- dan Rp 250.000,- sesuai hasil sidang di tempat yang berlangsung hingga malam hari. Denda ini kemudian disetorkan langsung oleh pelanggar ke kas daerah melalui petugas Bank Sumsel Babel, dipantau oleh Kasat Pol PP Babel, Yamowa Harefa bersama tim.

Selain sanksi administratif, para pelanggar lain juga dikenakan sanksi sosial berupa membersihkan trotoar jalan. 

"Dengan begini, diharapkan ke depannya ada efek jera bagi masyarakat. Satpol PP dan tim terpadu akan terus menindak tegas setiap pelanggaran Perda," tegas Yamowa.

Ia menambahkan data pelanggaran hasil operasi yustisi ini ditembuskan kepada Gubernur Babel sebagai laporan.

Sumber: 
Humas Pol PP
Penulis: 
Rusmini
Fotografer: 
Pol PP
Bidang Informasi: 
SATPOLPP
Tags: 
#perdatibum #perda #perdababel #satpolppbabel #polppbabel #satpolpp