Petani Minta Bantuan Garasi Alat Pertanian

Belitung – Petani Dusun Air Gede, Desa Kembiri, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung meminta pemerintah provinsi memberikan bantuan garasi. Pasalnya cukup bantuan peralatan pertanian telah diberikan, namun belum ada garasi untuk menyimpah peralatan tersebut. Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menyambut baik permintaan ini. Namun petani harus bersabar, pasalnya perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait guna merealisasikan permintaan itu.

Alamsyah asal kelompok tani Kelubi Makmur, Dusun Air Gede mengatakan, sudah banyak bantuan yang diberikan pemerintah untuk petani. Jika diakumulasikan, mungkin sudah miliaran rupiah dana dikucurkan untuk pengadaan sejumlah bantuan mesin pertanian. Namun sayangnya, hingga saat ini belum ada garasi yang layak untuk menyimpan peralatan tersebut. Selain itu diharapkan pemerintah dapat meningkatkan kualitas jalan menuju lokasi persawahan.

“Mengenai bantuan ternak sapi, petani sudah bisa melakukan pengembangbiakan. Semula hanya terdapat 13 sapi betina dan tujuh sapi jantan. Namun saat ini sudah bertambah sebanyak 13 sapi,” jelasnya saat temu lapang/temu wicara di Dusun Air Gede, Desa Kembiri, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Kamis (7/4/2016).

Sementara Kasiman Penyuluh Pertanian mengharapkan agar penyaluran dana hibah bagi petani dipermudah. Hendaknya petani tidak dibebani dengan harus membentuk badan hukum untuk mendapatkan bantuan tersebut. “Seperti kita ketahui, gapoktan yang ada belum  dilengkapi badan hukum. Surat yang ada hanya ditandatangani kepala dinas,” ungkapnya.

Menjawab sejumlah pertanyaan ini, Gubernur meminta Dinas Pertanian untuk membuat penganggaran pembangunan gedung tempat penyimpanan alat-alat pertanian saat pembahasan anggaran biaya tambahan (ABT) nanti. Sedangkan mengenai bantuan ternak sapi, memang telah mengalami perkembangan luar biasa. Ketika meninjau ke Kabupaten Bangka Selatan sudah terdapat 160 sapi, padahal semula hanya ada sekitar 60 ekor sapi.

Perkembangan peternakan sapi di Kabupaten Bangka Selatan hendaknya dapat dicontoh masyarakat Kabupaten Belitung. Ia menjelaskan, sedangkan mengenai kelompok tani yang ingin mengajukan bantuan dana hibah harus mempunyai badan hukum sudah ada solusinya. Akibat penerima bantuan dana hibah harus berbadan hukum membuat alokasi dana hibah sekitar Rp200 miliar hanya terserap sekitar Rp12 miliar. Sedangkan sisa dana yang sudah dianggarkan dikembalikan ke kas daerah.

Persoalan ini dibahas dalam rapat gubernur seluruh Indonesia. Setelah dua kali rapat menghasilkan rekomendasi agar peraturan yang mengharuskan penerima bantuan berbadan hukum dipertimbangkan kembali. Akhirnya sudah ada perubahan, artinya tidak perlu lagi berbadan hukum. Namun cukup melampirkan surat keterangan terdaftar di pemerintahan. Petani diharap bersabar seraya menunggu terbitnya surat keputusan.

“Bagaimana jika permintaan bantuan seratus bibit menggale (singkong) harus melampirkan keterangan berbadan hukum. Kita tunggu dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan surat menerangkan mengenai pembatalan aturan harus berbadan hukum diterbitkan. Sehingga tidak lagi mempersulit petani untuk menerima bantuan tersebut,” jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky Fitrajaya | Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra
Bidang Informasi: 
SATPOLPP

Berita

08/09/2017 | Satpol PP Prov. Kep. Ba...
13/09/2016 | Humas Satpol PP
22/08/2016 | Diskominfo Babel
07/04/2016 | Dinas Kominfo
07/05/2015 | Dinas Kominfo
07/05/2015 | Dinas Kominfo
16/04/2015 | Dinas Kominfo
06/02/2013 | Dinas Kominfo