PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghadirkan inovasi baru melalui Senam Serumpun Sebalai, sebuah senam kreasi yang memadukan gerakan olahraga dengan kekayaan budaya lokal dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Senam ini diinisiasi oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, sebagai upaya memperkuat identitas daerah melalui aktivitas olahraga bersama.

 

Uji coba peluncuran Senam Serumpun Sebalai dilaksanakan pada Jumat (9/10/2026) di halaman Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat eselon III dan IV, pegawai negeri sipil (PNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta PPPK paruh waktu di lingkungan Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

Ketua Tim Koordinasi Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026, Budi Utama, yang juga menjabat sebagai Kepala Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengatakan bahwa Senam Serumpun Sebalai merupakan bentuk kreativitas yang menggabungkan semangat hidup sehat dengan pelestarian budaya daerah. Menurutnya, senam ini bukan sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran tubuh. Setiap ayunan tangan dan langkah kaki merangkum filosofi lokal tentang keselarasan, gotong royong, dan persatuan yang menjadi nilai penting dalam kehidupan masyarakat Bangka Belitung.

 

“Senam Serumpun Sebalai ini merupakan perpaduan gerakan dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kita ingin menghadirkan senam yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan semangat kebersamaan masyarakat kita,” ujar Budi Utama.

 

Ia menambahkan, uji coba ini menjadi bagian dari persiapan untuk memperkenalkan Senam Serumpun Sebalai kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus mendukung rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026. Melalui Senam Serumpun Sebalai, olahraga diharapkan menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah. Perpaduan gerakan khas dari seluruh kabupaten/kota menjadi simbol bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan yang menyatukan masyarakat Bangka Belitung.