PANGKALPINANG — Kepengurusan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi terbentuk. Pembentukan ini menjadi langkah awal untuk mengaktifkan kembali organisasi sekaligus menyusun program kerja berkelanjutan yang berorientasi pada bidang pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi. Ketua DWP Unit Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yuniar Putia Rahma, menyampaikan hal tersebut dalam rapat pembentukan pengurus DWP Unit Satpol PP di Ruang Rapat Mako Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (16/10/2026). Dengan terbentuknya kepengurusan, ia berharap kegiatan organisasi dapat berjalan lebih terarah, terencana, dan berkelanjutan.

 

Adapun susunan pengurus DWP Unit Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri atas Dewi Mohammad Anwar sebagai Wakil Ketua, Nades Triyani Eko Prasetyo sebagai Sekretaris, dan Priscilla Foreman Januar sebagai Bendahara. Sementara itu, kepengurusan bidang pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi diisi oleh istri pegawai serta pegawai perempuan di lingkungan Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

Yuniar mengatakan, pengaktifan kembali DWP Unit Satpol PP merupakan tindak lanjut dari pesan Ketua DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sri Hidayati Fery Afriyanto, agar organisasi tersebut kembali aktif dan memiliki kegiatan yang memberikan manfaat bagi anggotanya.

 

“Berbeda pemimpin, berbeda gaya. Setiap masa ada orangnya. Selama bertugas, kita harus memberikan yang terbaik, termasuk membantu dan memberdayakan Satpol PP agar menjadi lebih baik,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, setelah kepengurusan terbentuk, langkah selanjutnya adalah menyusun program kerja berdasarkan tiga bidang utama, yakni pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi. Program tersebut diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga meningkatkan pengetahuan serta memberdayakan anggota. Keanggotaan DWP Unit Satpol PP mencakup istri pegawai dan pegawai perempuan di lingkungan Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Karena itu, Yuniar mengajak seluruh anggota untuk terlibat aktif dalam menjalankan program dan menjaga keberlangsungan organisasi.

 

Sebagai langkah awal, pengurus juga akan merintis kegiatan rutin, termasuk membahas besaran iuran arisan dan kas organisasi. Menurut Yuniar, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mempererat hubungan antaranggota sekaligus membangun antusiasme untuk mengikuti pertemuan.

 

“Prinsipnya, kegiatan ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Saya ingin setiap pertemuan DWP bukan sekadar berkumpul, tetapi ada ilmu dan manfaat yang bisa diperoleh. Harapannya, selalu ada hal positif yang ditunggu anggota dalam setiap pertemuan,” katanya.

 

Selain menjalankan program internal, DWP juga berperan dalam mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang menunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut, Yuniar berharap DWP Unit Satpol PP dapat kembali aktif secara konsisten, membangun kebersamaan, serta menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi anggota dan mendukung lingkungan kerja Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.