PANGKALPINANG — Setelah sempat vakum, kesenian Rampak Kendang kembali bergema di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Babel kini secara resmi mengaktifkan kembali kesenian tersebut melalui pembentukan Tim Rampak Kendang Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Latihan perdana tim digelar Kamis (24/9/2026) dan disaksikan langsung Kepala Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, di sela aktivitasnya di ruang kerja.
Budi mengatakan pengaktifan kembali Rampak Kendang merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni tradisional sekaligus memberikan ruang bagi kesenian daerah untuk terus berkembang.
“Rampak Kendang ini merupakan warisan budaya tradisional yang perlu kita lestarikan, kembangkan, dan promosikan. Karena itu, kita kembali menghidupkan tim ini secara resmi di bawah Satpol PP Babel,” ujar Budi.
Menurut Budi, Rampak Kendang sebenarnya telah ada di Bangka Belitung sejak sekitar tujuh tahun lalu. Saat itu, tim tersebut berada di bawah koordinasi Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Namun, dalam perkembangannya, aktivitas Rampak Kendang sempat vakum.
Kini, Satpol PP Babel mengambil langkah untuk menghidupkan kembali kesenian tersebut melalui pembinaan dan pengelolaan tim di lingkungan Satpol PP.
“Sekitar tujuh tahun lalu Rampak Kendang ini sudah ada dan dikoordinasikan oleh Dinas Pariwisata. Kemudian sempat vakum. Sekarang kita aktifkan kembali dan kita bina di bawah Satpol PP Babel,” kata Budi.
Ia menilai, seni tradisional perlu diberikan ruang untuk terus tampil agar keberadaannya tetap dikenal masyarakat, khususnya generasi muda.